Tinjauan Umum Manajemen Risiko

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Penerapan manajemen risiko merupakan salah satu aspek penting bagi PT Verena Multi Finance Tbk dalam menjamin kelangsungan usahanya. Tujuan utama dalam penerapan manajemen risiko adalah adanya kesamaan persepsi dalam memahami risiko sehingga risiko yang dihadapi Perusahaan dapat diidentifikasi, diukur dan dikelola dengan benar serta kewajiban pengelolaan risiko dilaksanakan setiap unit kerja.

Perusahaan senantiasa mengembangkan budaya risiko yang kuat kepada seluruh karyawan pada setiap tingkatan organisasi, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik, menjaga pelaksanaan kepatuhan terhadap regulasi serta proses kerja yang efektif dan efisien.

Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan bertumpu pada 5 (lima) pilar manajemen risiko sebagaimana yang dirumuskan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.05/2015 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank. Berikut merupakan uraian penerapannya :

Pilar I : Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris

Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab atas efektifitas penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan. Secara umum Direksi dan Dewan Komisaris wajib memberikan arahan yang jelas, melakukan pengawasan dan mitigasi secara aktif serta mengembangkan budaya risiko yang kuat di Perusahaan.

Untuk itu, Direksi dan Dewan Komisaris harus memastikan adanya struktur organisasi manajemen risiko yang memadai serta memastikan kecukupan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung penerapan manajemen risiko secara efektif.

Pilar II : Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit

Penerapan Manajemen Risiko yang efektif harus didukung dengan kerangka manajemen risiko yang mencakup kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta limit risiko yang ditetapkan dengan memperhatikan kompleksitas kegiatan usaha, profil risiko dan tingkat risiko yang akan diambil serta peraturan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan dan praktek Perusahaan yang sehat.

Dalam rangka pengendalian risiko yang efektif, maka penetapan limit risiko dilakukan dengan memperhatikan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite), toleransi risiko (risk tolerance) dan strategi Perusahaan secara keseluruhan.

Direksi mengkomunikasikan strategi manajemen risiko dimaksud secara efektif kepada seluruh satuan kerja, manajer dan staf yang relevan agar dapat dipahami secara jelas serta melakukan review secara  berkala terhadap strategi manajemen risiko tersebut.

Pilar III : Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan  Pengendalian  Risiko

Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko merupakan bagian utama dari proses penerapan manajemen risiko. Perusahaan melakukan identifikasi risiko dalam rangka menganalisis sumber dan kemungkinan timbulnya risiko serta dampaknya. Perusahaan melakukan pengukuran risiko sesuai karakteristik dan kompleksitas kegiatan usaha. Kemudian untuk pemantauan terhadap hasil pengukuran risiko, Perusahaan menetapkan satuan kerja manajemen risiko untuk memantau tingkat dan tren serta menganalisis risiko. Selanjutnya untuk menjamin efektivitas penerapan manajemen risiko, Perusahaan melakukan pengendalian risiko dengan mempertimbangkan pengukuran dan pemantauan risiko.

Pilar IV : Sistem Informasi Manajemen Risiko

Dalam rangka mendukung proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko, Perusahaan mengembangkan sistem informasi manajemen yang disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas kegiatan usaha Perusahaan.

Pengembangan sistem informasi manajemen risiko ditujukan guna terukurnya eksposur risiko secara akurat, informative tepat waktu dan dapat diandalkan untuk digunakan Dewan Komisaris, Direksi dan Satuan Kerja Manajemen Risiko untuk menilai, memantau dan memitigasi risiko yang dihadapi Perusahaan baik risiko keseluruhan/komposit maupun risiko per jenis aktivitas bisnis Perusahaan.

Sistem informasi manajemen risiko juga diperuntukkan untuk mendukung pelaksanaan pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan regulator lainnya.

Pilar V : Sistem Pengendalian Intern Yang Menyeluruh

Perusahaan menerapkan sistem pengendalian intern untuk dapat membantu Perusahaan dalam menjaga asetnya, menjamin tersedianya pelaporan keuangan dan manajerial yang dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan Perusahaan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengurangi risiko terjadinya kerugian, penyimpangan dan pelanggaran aspek kehati-hatian.

 

PELAPORAN HASIL PENILAIAN TINGKAT RISIKO

Perusahaan melaporkan tingkat risiko Perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai ketentuan yang berlaku dan disampaikan dengan menggunakan format laporan dan sesuai tengat waktu yang ditetapkan OJK.

Pilih Bahasa

PT Verena Multi Finance Tbk terdaftar dan Diawasi oleh : ojk